Coming Soon
Karikatur dari Negeri Retak
LAHIRNYA naskah lakon merupakan kodrat kebudayaan sekaligus keharusan sejarah di dalam masyarakat yang kritis merespons berbagai fenomena dan realitas politik, sosial, budaya dan ekonomi yang diformat rezim penguasa. Praktik kekuasaan yang manipulatif, korup, dan represif selalu menimbulkan kegelisahan dan keprihatinan para penulis. Konflik nilai terjadi ketika ada benturan gagasan penulis dengan kebijakan rezim penguasa.
Melalui karya-karyanya, penulis naskah lakon berupaya melakukan subversi atas versi besar dan dominan yang dibangun penguasa. Cara pandang subversif atas realitas dibutuhkan, agar tidak terjadi praktik dominasi dan hegemoni kekuasaan yang menimbulkan dehumanisasi dan berbagai ketidakadilan, baik secara struktural, sosial maupun kultural.
Melalui gagasan alternatif dan ide-ide estetik, sejatinya penulis naskah lakon berupaya melakukan penebusan atas dunia yang koyak-moyak atau terpecah-pecah dan mengalami fragmentasi nilai-nilai, sehingga muncul horizon harapan baru yang mencerahkan publik. Begitu juga dengan kerja kreatif Abror dalam KdNR.
Kehadiran KdNR layak dicatat. Bukan hanya karena buku ini mengisi ruang penerbitan naskah lakon yang relatif longgar, tapi juga karena upayanya di dalam memerluas medan garapan dan pengayaan tema penulisan naskah lakon. Sekaligus menghadirkan ide-ide sosial yang kritis dan ide-ide estetik yang menarik. (Indra Tranggono, penulis & pengamat teater Indonesia).
