(coming soon)
Jangan Cuma Mengejar Hidup Senang, Tapi Kejarlah Hidup Tenang: Seni Menjaga Hati Tetap Tenang dan Bahagia di Dunia yang Tak Pernah Diam
Dalam keseharian, kita mungkin pernah merasa sungkan menolak sesuatu atau merasa bersalah dengan keputusan kita ketika orang lain mengatakan, “Aku begini demi kamu,” atau “Ini semua demi kebaikanmu.” Mungkin pernah pula menerima silent treatment saat berseberangan ide atau opini; dibungkam dengan cap durhaka atau tidak sopan karena berbeda pendapat; juga meragukan perasaan sendiri karena ketika kita bereaksi akibat dicemooh orang lain, pelakunya malah berlindung di balik dalih, “Kamu terlalu sensitif deh…, padahal kan cuma bercanda.”
Kita mungkin juga kerap menjumpai orang-orang yang playing victim demi menghindari tanggung jawab, atau mereka yang menebar pujian manis padahal sebenarnya bertujuan mengontrol atau memanfaatkan. Semua itu adalah contoh bentuk manipulasi yang akrab dijumpai di keseharian kita.
Manipulasi psikologi dan emosi memang sering tidak kentara, melainkan tersamar sebagai perhatian, nasihat, atau “niat baik”. Karena itulah manipulasi sering luput dikenali. Kita baru menyadari dampaknya saat sudah dirugikan secara emosional maupun mental. Karenanya, penting untuk memahami apa itu manipulasi, jenis-jenis dan taktik-taktiknya, ciri-ciri orang manipulatif, tanda kita sedang dimanipulasi, hingga langkah menghadapi para manipulator yang akan dibahas dalam buku ini.
Selain itu, di buku ini juga dibahas cara memulihkan diri dari tindakan manipulatif dan bagaimana melatih diri agar kita tidak menjadi orang yang manipulatif. Ada pula pembahasan tentang strategi menghadapi tindakan manipulatif dalam berbagai konteks, seperti di tempat kerja, dalam keluarga, manipulasi oleh pasangan yang toksik, sampai manipulasi di era digital seperti sekarang.
